Tuesday, 8 November 2011

Aku Tahu

Standard
Aku tahu suatu saat nanti akan ada dia disampingku
Aku tahu dia yang nantinya bersamaku adalah bagian dari tulang rusukku
Aku tahu dia yang akan jadi pelukis senyumanku
Aku tahu bersamanya adalah bahagiaku
Tapi . . .
Aku tidak tahu kapan dia datang menghampiriku
Aku tidak tahu dimana aku akan bertemu
Aku tidak tahu siapa wanita itu
Tapi sekali lagi aku tahu . . .
Dia yang terbaik untukku

23.04 PM  13 Mei 2011

Related Posts:

  • Malaikat Ibu, saya sadar, seringkali saya lupa mengatakan ini padamu. Tak berat memang, tapi terkadang muncul rasa segan. Sepanjang hari, lewat segala potong… Read More
  • “Wijaya yang Tak Berjaya” Dimuat di E-Magz Nouvalitera edisi Maret 2014 Perkenalkan namaku Wijaya Kusuma. Aku adalah salah satu peliharaannya. Tidak banyak yang tahu… Read More
  • Teruntuk Kamu Selamat tanggal 1! Sebentar, kita pernah merayakannya? Seingat saya, hanya waktu ulang tahun pertama, itu pun diundur untuk perayaan yang lebih ra… Read More
  • Tuan Abadi Selamat abadi, Tuan! Jika Tuan tak menulis Tetralogi Buru, saya tak mungkin bisa berkenalan dengan Raden Mas Minke dan Nyai Ontosoroh, mereka sung… Read More
  • Tetangga Sebenarnya, saya kurang nyaman ketika harus menuliskan ini pada Anda, Tuan. Tapi, sebagai tetangga yang baik, saya kira, kita harus saling mengingatk… Read More

2 comments: